Top Menu

Berbagai Macam Manfaat Mempelajari Pendidikan Antikorupsi Melalui Lingkungan Keluarga

 

Lingkungan Keluarga

Setidaknya ada dua faktor mengapa korupsi masih tetap menjamur di Indonesia, yaitu adanya kesempatan dan keinginan. Faktor kesempatan berkaitan dengan faktor. Jika sistemnya akuntabel dan transparan, kesempatan seseorang untuk bertindak korup semakin minim. 


Adapun faktor keinginan berkaitan dengan moral seseorang. Karena itu, perlu adanya pengenalan pendidikan antikorupsi sejak dini seperti di lingkungan keluarga agar dikemudian hari merasakan manfaat mempelajari pendidikan antikorupsi.


Bila dibiarkan begitu saja, persoalan korupsi akan menghancurkan moralitas bangsa dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, masalah ini harus dapat diatasi sejak dini dengan memfokuskan menanamkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan keluarga.


 Orang tua dan anggota keluarga lainnya dapat berperan serta. Pendidikan antikorupsi berbasis keluarga merupakan gerakan nyata untuk menanamkan nilai kebaikan dan kejujuran anak sejak usia dini agar menyadari arti penting sebuah tanggungjawab. Pendidikan ini dapat diterapkan sejak anak sudah bisa melakukan komunikasi secara lancar dengan orang tuanya. Orang tua harus berkomitmen dalam membentuk kepribadian dan karakter anak. Upaya penanaman nilai-nilai antikorupsi tersebut dapat ditempuh dengan tiga jalan.


- Pertama, menanamkan nilai-nilai kejujuran pada anak sejak usia dini. Penanaman kejujuran bukan berarti anak tidak boleh berbuat salah. Orang tua  juga harus memberikan penjelasan dan pemahaman tentang dampak yang dapat ditimbulkan kemudian hari jika tidak jujur dalam bertindak. Dari sinilah akan terbentuk persepsi bahwa jujur itu mudah dan tidak menakutkan. Ikatan antara orang tua dan anak juga menjadi sesuatu yang potensial untuk menanamkan nilai kejujuran berbasis keluarga.


- Kedua, memiliki sikap keterbukaan antar anggota keluarga. Anak perlu diajak berbicara dengan anggota keluarga lainnya, terutama tentang hal-hal yang menyangkut dirinya. Dengan keterlibatan semacam ini, antar anggota keluarga akan mampu menciptakan suasana yang harmonis dan hidup lebih mengutamakan kepentingan bersama dan tidak menjadi pribadi yang egois.


- Ketiga, menerapkan gaya hidup yang sederhana. Hal ini perlu diterapkan pada anak usia dini tentang bagaimana pentingnya hidup sederhana. Lingkungan keluarga harus berada di garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kesederhanaan. Perlu memberitahu kepada anak-anak bahwa perilaku koruptif disebabkan juga oleh gaya hidup yang mewah. Sebab, gaya hidup semacam ini jika tidak terpenuhi, maka tidak menutup kemungkinan akan mendorong seseorang untuk melakukan berbagai cara agar dia mendapatkan keinginannya, seperti korupsi.


Untuk mewujudkan pendidikan antikorupsi berbasis keluarga, tentu diperlukan komitmen dalam memahami perannya masing-masing, terutama orang tua. Peran orang tua begitu vital dalam upaya pencegahan perilaku koruptif sejak dini dalam lingkungan keluarga. Mari mulai tanamkan sikap dan nilai-nilai antikorupsi mulai dari keluarga #KawanAksi agar kita semua bisa merasakan manfaat mempelajari pendidikan antikorupsi seperti lingkungan yang sehat dan menjadikan Indonesia lebih sejahtera serta bebas dari korupsi.

Post a Comment

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates